Life as a couple

Semua Aku dirayakan

“Ayang inget kan hari ini hari apa?”
“Pasti donk! hari rabu kan?” jawabku polos.

Tak lama setelah itu, dia hanya terdiam entah kenapa.

Apa ada yang salah denganku?
bener kan hari ini hari rabu?

Kacau! Wanita itu seperti teka-teki.
Mendadak perjalanan ini menjadi tidak seru! Dia hanya membisu tanpa menoleh sedikitpun ke arahku.

“Ayang kenapa? aku salah jawab yah?” tanyaku lagi memastikan.

Ga ada jawaban sama sekali dari dia. Akupun kehabisan ide mau ngomong apa. Sambil nyetir aku kembali ingat-ingat ada kejadian atau perayaan apa pada hari ini?

Jujur, aku adalah tipe orang yang sudah tidak lagi perduli terhadap perayaan hari. Bahkan aku sering minta ke istri kalau ulang tahunku jangan sama sekali dirayakan. Aku ga mau, aku ga suka!

Kenapa?
Entahlah, tpi sepertinya bagiku setiap hari sama saja, tidak ada istimewanya. Entah karena skeptis atau karena sudah terlalu bosan disuruh merayakan hari-hari khusus di keluargaku dulu, boros banget, ngabis-ngabisin duit aja!

Emang ada yang salah dengan perayaan?
ga ada. Tapi aku tidak suka. Tidak suka dengan tiupan formalitas lilin kue ulang taun, tidak suka dengan ucapan selamat teman-teman yang kerap kali menjahiliku. Tidak suka dengan hadiah-hadiah yang kerapkali harus dibalas ketika yang bersangkutan ulang tahun. Tidak suka dengan duit yang dihambur-hamburkan hanya sekedar untuk beli kue, tiup lilin dan makan-makan.

Dan tau ga apa yg paling ga kusuka? kata-kata ini: wah ulang tahun yah, traktir donk!

Berawal dari itulah aku sibuk melupakan hari-hari khusus dalam hidupku. Mulai dari ulang tahunku, ulang tahun kedua orang tuaku, ulang tahun adiku, sampai tanggal jadian dan tanggal pernikahanku.

Tapi ternyata, istriku berbeda. Dia berusaha mengingat dan merayakan semua hari penting dalam hidupnya. Bahkan pernah dia meminjam hpku untuk sekedar mengisi kalenderku dengan hari-hari yang menurut dia penting. Apa yang terjadi kalau aku sampai lupa dan melewatkan hari penting itu?

Aahhhh.. aku tau. Aku tau kenapa dia marah. tapi hari ini ada perayaan apa? ada hari khusus apa? kenapa reminder hpku tidak berbunyi yah?

Karena perut kami berdua sudah berbunyi, kami menyempatkan sejenak untuk mencicipi hidangan khas daerah Pati, yang kebetulan saja kami sedang lintasi.

Ada nasi gandul, yang menurutku sih biasa saja. Hanya nasi, kikil/daging dan kuah Rasanya cenderung manis…dan…

Stop..stop.. aku tak boleh membiarkan skeptisku muncul lagi, terlebih ketika istri terlihat sedang menikmati.

Setelah suapan pertama,istri menoleh, tersenyum dan berkata: “Kamu pasti lupa kan ada apa di hari ini?”

Belum sempat aku menjawab, dia melanjutkan kata-katanya

“Bukan hari spesial kok, tapi setahun yang lalu, tepat di hari ini, kita memutuskan untuk resign kerja dan mengejar mimpi kita bersama, yaitu keliling Indonesia.”

Sesederhana itu ternyata dia merayakan sebuah hari. Sederhana tapi bermakna.

Dan mulai hari ini, aku berjanji untuk merayakan hari dan hal sesederhana apaun itu. Bukan cuma buat istriku, tapi juga buat diriku.

Merayakan itu adalah bentuk rasa syukur kan?harusnya begitu!

Leave a comment

Design a site like this with WordPress.com
Get started