Dengan berkeringat aku terbangun dari tidur siangku, di depanku sudah ada istriku yang hendak menciumku mesra.
“Aku bermimpi….. dan mimpiku bukan mimpi biasa…”
Sesaat sebelum tidur, aku sedang kesal kepada istri, karena kemarin sukses membuatku badmood dengan badmoodnya dia pada saat di Situ Gunung. Permasalahannya, dia ga bilang kalau tas yang dibawanya berat dan membuat dirinya sakit punggung, dan padahal sudah kubawa sesekali itu tas untuk meringankan, tpi nyatanya tetap aku disalahkan.
Kejadiannya kemarin, amarahnya masih berlangsung sampai tadi tidur. Bahkan saling marahnya, aku berencana mendiamkan dia sampai tahun baru supaya tau bahwa badmoodnya dia bisa berdampak 100x lipat kepada badmoodku.
Tapi ternyata… aku bermimpi….
Dalam mimpiku tampak jelas Ps Yerry sedang berada di rumah pondok kopi. Disitu aku memberanikan diri untuk memperkenalkan diri. Belum selesai aku memperkenalkan diri, dia bertanya kepadaku: “Kenapa ga pelayanan lagi?”
Jegeeerr… bak disamber petir, aku kaget sejadi-jdinya. Bagaimana dia bisa tau klo aku sudah lama ga pelayanan, dan gimana dia tau kalau aku pernah pelayanan di masa dulu.
Akhirnya aku ceritakan bahwa aku pernah aktif melayani di saat aku muda. Pelayanan di rohkris, pelayanan di persekutuan siswa, jadi pemusik, hingga sharing session ketika sudah alumni.
Setelah lulus pelayanan berlanjut, bukan lagi sekedar pelayanan mimbar tapi bersama sahabat buat komunitas berbasis friendship evangelism yang bernama fos. Di situ, aku aktif menulis artikel buletin setiap bulannya yang akan dibagikan sebagai media komunikasi.
“Lhoo, kamu foundernya foscom?” tanya Ps Yerry Patisarani lagi.
Belum selesai kumengangguk, dia bertanya lagi “kenapa ga lanjut pelayanannya?”
“hhmmm… sempet dilarang ortu karena ga kenal waktu, udah gitu sekarang foscom udah bubar, jalani hidup masing-masing.” Jawabku.
Ingin kudengar lagi jawaban, cerita atau bahkan teguran dari Ps. Yerry, tapi sayangnya ragaku sudah keburu terjaga, disambut dengan ciuman mesra istri tanda bahwa dia minta maaf.
Tubuhku bergerat, keringat mengucur deras, dan segera aku cek hati: sudah tidak ada rasa sebal ke istri. Segera kucium balik istri, segera kuucapkan kata maaf dan melepskan pengampunan.
Plong.. lega rasanya… tapi mimpi itu sangat nyata, ada yang tau apa maksudnya???
Leave a comment