Life as a couple

Phobia

Sesungguhnya, ketakutan terbesar manusia adalah rasa takut itu sendiri. 

Padahal seringnya rasa takut itu datang tanpa alasan yang jelas, hanya permainan pikiran kita sendiri.

Hayoo ngaku, 

siapa yang takut sama ketinggian?

Siapa yang takut sama kedalaman?

Siapa yang takut kesepian?

Siapa yang takut keramaian?

Ketakutan berulang yang kita legitimasi seringnya disebut Phobia. Phobia akan tempat yang tinggi, phobia akan kedalaman, phobia kecoa, phobia jarum suntik, atau bahkan ada yg phobia dengan uang.

“Kamu kenapa phobia kecoa?”

“Ga tau kak, takut aja, apalagi yang bisa terbang, hiiii…”

Lucu memang, sesuatu yg bagi kita imut dan lucu, tpi bagi orang lain menjadi mimpi buruknya, hahhaha..

Aku sendiri, klo ditanya phobia apa, jawabannya adalah phobia kedalaman. Segala sesuatu yang berbau laut aku paling ga suka. Makanya klo diajakin ke pantai sama suami, main di pinggiran aja, dan kalau suami iseng, beeuh bisa marah besar diriku.

Lucunya, pak suami punya phobia yang berlawanan dengan diriku. Klo aku takut laut dan suka gunung, justru pak suami takut gunung dan suka laut. Iya, dia takut ketingian..hahaha.. bisa gemeter dia klo dibawa ke tempat tinggi trus ngeliat ke bawah.

Pasangan yang aneh, satu takut laut, satu lagi takut ketinggian, tapi malah suka berpetualang ke laut dan gunung, hahahahaha…

“Ayang, kenapa kamu takut laut?” tanya pak suami

“Karena takut tenggelam!” jawabku

“Kenapa takut tenggelam?” tanya pak suami

“Karena ga bisa berenang!” jawabku

“Kenapa ga belajar renang?” tanya pak suami lagi

“Yah karena takut tenggelam!!!” jawabku ketus

Hahahha.. terjawab sudah, aku takut laut karena takut. Ketakutan terbesar manusia adalah rasa takut itu sendiri! Karena begitu besar rasa takut terhadap sesuatu yg belum terjadi, akhirnya kita melegitimasi ketakutan kita. Alhasil kita menggangap lumrah ketakutan itu, bukannya belajar menghadapi ketakutan itu.

Padahal klo belajar renang dari dulu, mungkin saja sekarang laut jadi hal yg menyenangkan bagi kami berdua (terutama aku sih..hehe)

Giliran aku bertanya: “Semprul, kenapa kamu takut gunung?”

“Karena gunung itu tinggi yang..” jawab suamiku

“Kenapa takut tinggi??” tanyaku lagi

“Yah karena takut jatuh!!” jawab suamiku

“Kenapa takut jatuh?” tanyaku lagi

“Klo jatuh ke bawah kan pasti mati tuh, patah tuh tulang, gegar otak, ngerii ahh..” jawab suamiku

“Lah emang udah pernah ngerasain jatuh? pernah gegar otak? pernah patah tulang?* tanyaku penasaran

“Engga sih..tapi yah mengantisipasi..” jawab pak suami.

Nah kan, lagi-lagi terbukti bahwa ketakutan terbesar manusia adalah rasa takut itu sendiri. Belom juga kejadian, udah takut. Kita dibohongi pikiran kita sendiri atas nama antisipasi, padahal mah aslinya dikuasai sama ketakutan yg belum tentu terjadi.

Well, mau gimana lagi.. inilah kami, yang lagi diuji phobianya di tempat yg bernama Gunung Kombang yang ada di pantai ngliyep Malang Selatan. Laut juga iya, gunung juga iya, dan kami ketakutan berdua..hahahha…

Tapi jujur, dari tempat ini kami belajar, bahwa ketakutan harus dilawan. Lawannya bukan dengan kenekatan lho yah, tapi dengan hikmat. Push your limit tapi tetap dengan membaca, melihat dan mentaati peraturan yang ada. Klo dibilang jangan mendekat yah jangan mendekat, klo dibilang bahaya yah baiknya waspada, klo dibilang jangan lompat yang jangan lompat.

Karena klo nekat itu resikonya adalah kematian, sedangkan klo hikmat itu resikonya adalah kemenangan dari phobia kita. Tuh liat kami, walau lutut gemeteran, tangan keringet dingin, tapi kami berhasil sedikit mengatasi ketakutan kami dan mendapatkan hadiahnya langsung.

Apa hadiahnya?

karakter yang makin disempurnakan

hubungan yang semakin dikuatkan

dan pemandangan yang indah tentunya

Eh iyah, ada yg phobia sama kedalaman dan ketinggian juga? atau ada phobia lainnya?

cerita donk 🙂

Leave a comment

Design a site like this with WordPress.com
Get started