Alkisah hp seorang suami berbunyi, isinya pesan dari sang istri tercinta yang mengabarkan klo dia minta dijemput pukul 16.30.
Dengan sigapnya suami langsung berangkat jam 16.15 supaya tidak terlambat dan membuat istrinya menunggu lama. Pas, sampai di tempat tujuan jam 16.25, 5 menit lagi pasti istrinya keluar dan siap untuk menuju rumah.
Ternyata istrinya tak kunjung keluar juga, ditengoknya pesan si istri, memastikan waktu dan tempat tujuan benar. “Mungkin dia lagi nanggung, tak tunggu sebentar saja ga papa.” Kata suami dalam hati.
17.30, sudah sejam si suami menunggu, istri tak kunjung keluar juga. Hp si suami sudah lowbet, hari sudah mulai gelap, hati suamipun mulai kesal. “Ngapain ajah sih, tau gitu jangan suruh jemput jam 16.30.” gerutu suami sembari bolak balik di depan mobil.
Daripada memilih untuk kesal, akhirnya si suami memutuskan untuk membaca ebook yg berjudul kedamaian jiwa. Di sini dia berhasil mengubah kekesalannya menjadi kedamaian dengan sebuah alasan “Oh iyah, kan istriku lagi pelayanan, aku harus support maksimal.”
18:30, sudah pas 2 jam, akhirnya sang istri keluar, tersenyum sambil bilang “Tunggu sebentar lagi yah.. mau pamitan dulu..” lalu dia balik masuk ke dalam.

Kira-kira, klo kalian di posisi suami, ekspresi apa yg cocok untuk merespon perkataan istri? marah, senyum, atau muka sedih?
Menunggu memang proses paling menjemukan bagi yang melakukannya. Lantas, gimana caranya buat proses menunggu jadi menyenangkan? mudah: ubah fokus dan sikap hati kita.
Jangan fokus di jamnya, krn klo liat jam pasti bawaanya bete. Isi waktu menunggu kita dengan hal yg berguna, seperti membaca misalnya, atau menyala kawan2 kita di social media, atau bisa juga merenung sembari sedikit ngobrol sama Tuhan.
Lantas gimana klo yang kita tunggu adalah janji Tuhan? apakah kita akan marah, sebel atau bete klo “Tuhan Kelamaan”?
Eitss jgn beburu kesel yah, karena waktu Tuhan pasti yang terbaik. Nah sembari menunggu waktu Tuhan, mendingan kita isi proses menunggu dengan hal yg berguna, seperti memperbaiki karakter, ikutan pelayanan, berbagi pengalaman dan inspirasi melalui tulisan, atau bersyukur!
Siap?
Salam Yuhuuuu….
Leave a comment